Skip to content

URGENSI IBADAH KEPADA ALLAH

Februari 29, 2012

Ini adalah judul ceramah yang disampaikan oleh DR. Taufik Hulaymi, MA. Med. Sebuah topik tidak asing bagi telinga kita. Untuk mengetahui urgensi ibadah, maka terlebih dahulu kita jawab 4 pertanyaan:

1. Kenapa ALLAH menyuruh kita beribadah?
2. Apakah Ibadah akhir segalanya atau awal segalanya?
3. Kenapa harus terus beribadah?
4. Bagaimana menjadikan hidup kita semuanya bernilai ibadah?

Nah, coba renungkan terlebih dahulu jawaban di atas, lalu sesuaikan apakah jawaban kamu sama dengan jawaban yang disampaikan ustadz.

1. Kenapa ALLAH menyuruh kita beribadah?

Terlebih dahulu ada paradigma yang mesti kita luruskan. Pertama, Ibadah kita jangan disangka menambah keagungan ALLAH. Kedua, Maksiat kita jangan disangka mengurangi keagungan ALLAH. Pada dasarnya apapun yang dilakukan semua manusia di dunia ini tidak akan menambah atau mengurangi keagungan ALLAH. ALLAH tidak butuh manusia, tetapi kitalah yang selalu membutuhkan ALLAH. Ibadah itu pada dasarnya buat manusia. Ibadah itu bukan untuk mengagungkan ALLAH (seperti perkiraan kita selama ini).
Jawabannya:
Agar manusia tidak lupa ALLAH itu ILLAH (Zat yang disembah) dan ALLAH sebagai RABB (yang Maha Mengatur). Permasalah menjadikan ALLAH sebagai ILLAH adalah hal yang berat bagi manusia, ini disebabkan karena manusia masih saja mengharap kepada selain ALLAH (thaghut). Manusia selalu dalam posisi digoda syetan sehingga mudah lupa kepada ILLAHnya. Contoh kasus, misalnya kaum nabi Musa AS yang baru saja diselamatkan ALLAH dari kejaran tentara Firaun. Dalam sekejap (hitungan hari) mereka lupa kepada ALLAH dan menjadikan patung anak sapi sebagai Tuhan. Kaum nabi musa telah menyaksikan secara langsung kebesarann ALLAH melalui Laut yang terbelah dan Muzizat nabi musa lainnya, namun syetan mampu membuat mereka lupa akan semua itu. Syetan menggoda manusia dari 4 penjuru yaitu depan, belakang, kanan dan kiri. Ada satu sisi yang tidak di datangi setan yaitu sisi atas. Ini artinya, kita harus senantiasa berhubungan dengan YANG DI ATAS agar selamat dari godaan syetan. Kuatnya godaan syetan akan membuat manusia lupa kepada ALLAH sehingga menyimpang dari jalan yang lurus. Jalan lurus adalah jalan yang dipenuhi oleh syetan, sedangkan di jalan yang menyimpang sangat jarang ada syetan. Itulah sebabnya kenapa ada penyembah berhala yang mampu bertapa di depan berhala selama berhari-hari dan ia tetap kuat. Ini dikarenakan si pertapa tidak mendapat godaan syetan. Kita yang sedang sholat (jalan yang lurus) akan senantiasa digoda agar lalai, tidak sadar dengan apa yang dibaca bahkan mengingat kegiatan-kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat (mengingat ILLAH) itu sendiri.
Manusia senantiasa berada di antara tarikan yang haq dan yang batil. karena itu kita akan selalu pada posisi bersama ALLAH atau bersama syetan. tidak ada yang setengah-setengah. Syetan dengan segenap bala tentaranya akan terus menggoda manusia untuk lupa kepada ALLAH. Salah satu trik syetan adalah mebuat manusia meyakini bahwa yang batil itu seakan-akan menjadi sesuatu yang haq. Manusia adala mahkluk yang lemah, untuk itu kita memerlukan ALLAH yang MAHA kuat untuk selamat dari rongrongan syetan yang cerdik, gigih dan tidak istirahat.  Hati manusia dapat diibaratkan seperti gelas. Apakah ada gelas yang kosong? Tidak ada. Karena kalau tidak diisi oleh air, maka gelas akan diisi udara. Demikian juga dengan hati, kalau hati tidak diisi oleh ALLAH maka hati akan diisi oleh syetan. Karena itu kita memerlukan ibadah sebagai sarana untuk mengisi hati ini dengan ALLAH.

Ada 2 hakikat yang sebaiknya kita renungkan:
a. ALLAH adalah Tuhan Pencipta karena itu DIA berhak untuk disembah (sebagai ILLAH) dan mengatur  ( sebagai RABB) segala yang diciptakannya.
b. Manusia pasti dibangkitkan setelah kematian. Hidup ini tidak pernah berakhir.  ada 2 bentuk kehidupan yaitu Hidup di dunia dan hidup di akhirat. Kematian itu hanyalah fase berpindah tempat dari hidup di dunia (fana)  menuju hidup di akhirat (kekal). Hidup di akhirat adalah sesuatu yang nyata, mirip dengan hidup di dunia

2. Apakah Ibadah akhir segalanya atau awal segalanya?
jawaban:
Ibadah adalah awal kita melangkah
Landasannya Surat Al Hajj 77; “Wahai orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung”
dari ayat di atas terlihat jelas perintah untuk beribah, setelah itu baru berbuat amal shaleh. Ada satu kisah menarik dari perang Mut’ah,waktu itu jumlah pasukan Muslim 3000 orang harus berhadapan dengan pasukan Romawi 200.000 orang. 1 orang muslim melawan pada 66 orang. Secara logika, pasukan muslim dapat dikalahkan dalam hitungan detik oleh pasukan Romawi. Pada kenyataannya, pasukan Muslimlah yana menang dalam pertempuran yang tidak berimbang ini. Tips kemenangan pasukan Muslim adalah menyerang tentara Romawi ketika subuh buta sehingga mereka kocar-kacir. Pertempuran ini ternyata diawali oleh sholat yakni sholat tahajud, shubuh, fajar dilanjutkan dengan Jihad (amal sholeh).

3. Kenapa harus terus beribadah?
jawab:
Agar kita istiqamah
Istiqamah adalah perintah ALLAH. Ini terdapat dalam surat Hud ayat 12. Turunnya perintah ini membuat Rasullullah beruban. Menjaga diri untuk terus Istiqamah adalah pekerjaan sangat berat. Godaan syetan akan terus menerpa manusia hingga nyawa terputus dari badan. Sifat manusia yang mudah lupa dan putus asa ini akan memudahkan syetan menggiring manusia pada kemaksiatan. Jika malaikat Israil diutus ketika dalam berbuat dosa maka suul khatimah(akhir yang buruk)lah yang diterima. Akhir yang buruk merupakan pertanda bahwa ALLAH tidak Ridho dengan kehidupan kita selama ini, penyebab utamanya adalah sikap yang tidak istiqamah.
Tanda Mukmin: Selalu khawatir jadi orang munafiq
Tanda Munafiq: Merasa tenang menjadi orang Mukmin
Karena itu seorang mukmin selalu takut dan khawatir kalau ibadahnya tidak diterima, khawatir tidak istiqamah dan khawatir akan kehidupan di akhirat.

4. Bagaimana menjadikan hidup kita semuanya bernilai ibadah?
jawab:
Ibadah = abdun= hamba
Hamba adalah seseorang yang senantiasa sibuk pada perintah majikannya. Siap untuk disuruh ini dan itu oleh majikan
Hamba ALLAH adalah seseorang yang senantiasa sibuk dengan perintah Tuhannya
Hidup menjadi bermakna ibadah jika kita disibukkan oleh kegiatan yang menegakkan Aturan ALLAH. Waktu-waktu kita, semuanya untuk ALLAH. Jika berbisnis, dijalankan dengan ikhlas dan jujur. Jika mencari Ilmu, semata-mata karena ALLAH.
Menegakkan aturan ALLAH dilakukan dengan cara mengikuti perputaran dakwah. Dakwah adalah menyeru pada kebaikan. Apakah sebenarnya dakwah itu? Dakwah itu ada 3 antara lain: Nasehat, Amal Ma’ruf dan Nahi Munkar.
Dakwah itu menyentuh seluruh kehidupan. Dakwah yang kuat adalah yang memiliki daya paksa sehingga efektif dalam menegakkan yang Haq. Dakwah akan memiliki daya paksa jika dijalankan oleh penguasa tertinggi. Itulah sebabnya Muslim yang Kuat dan Berani lebih disukai ALLAH daripada Muslim yang lemah.

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: