Skip to content

September 6, 2011

Diam seribu bahasa, berfikir sejuta masalah. Selama ini dikenal dan dicap sebagai orang pendiam. Mereka tak tahu saja, sebenarnya ada keributan dan kegaduhan di dalam fikiranku. Segala hal yang terindra memancing otak ini untuk menganalisa dan mengomentarinya. Kebisingan di fikiran ini menyamankan hati dan membuatku merasa benar-benar hidup.

Diam adalah sarana untuk bercakap-cakap dengan diri sendiri dan mendengarkan bisikan nurani. ketika berbicara maka proses untuk menyelami diri sendiri terhenti seketika. Umur yang singkat ini, seperti tidak cukup untuk menyelami diri sendiri yang dalam dan luasnya tak terhingga. Pencarian jati diri yang tidak ada ujungnya. Bahkan di usia yang sudah hampir seperempat abad ini, masih sering bingung dengan diri sendiri. hhhh,,,,kadang a, lalu b, kemudian c, tiba-tiba jadi c, kembali ke a, berubah b, lalu c, begitu seterusnya. terlalu dinamis dan sulit ditebak. Itulah sebabnya mengapa selama ini saya sering berkata klu yang dulu itu bukanlah aku, yang sebenarnya adalah diri yang sekarang. Ini adalah jurus yang selalu kupakai untuk ngeles dari masa lalu.

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: