Skip to content

Hang out

September 29, 2011

Hang Out atau nama lainnya nongkrong. Hobby yang satu ini memang sangat sering saya lakukan. Padahal tempat yang ditongkrongin itu-itu juga. Saya tidak pernah merasa bosan. Memandang lautan, langit yang biru, matahari terbit, matahari tenggelam, sawah yang menghijau, sungai yang jernih adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya sanggup memandang selama berjam-jam, berulang-ulang dan tak akan pernah bosan.
Kebanyakan teman dekat juga memiliki hobby yang sama dengan saya yaitu cuci mata. Jadilah kami hang out bersama. Nongrong di tepi pantai, tepi sungai atau tepi sawah sambil membicarakan hal-hal menarik. Terutama mengenai ide-ide terbaru, kuliah, cowok, cewek.Memang banyak yang dapat dijadikan bahan pembicaraan. Hohoho.
Kemarin, saya tidak nongkrong dengan teman, tapi bersama keluarga. Ada kakak, adik, abang ipar dan saya. Kita berempat pergi hang out sambil nyari makan. Dari sekian banyak makanan yang dicicip, yang paling mengesankan dan bikin trauma adalah telur penyu. Kata penjual telur, mau direbus selama apapun cangkang telur penyu tidak akan pernah mengeras demikian juga isi dalamnya. Sifat yang sangat unik dan berbeda dari telur lain. Rasanya juga cukup aneh, dimana kuning dan putihnya terasa lebih kental. Sakin kentalnya, perlu usaha yang keras untuk menelannya. Bahkan saya sampai menghentak kaki memaksa telur itu melewati kerongkongan. Saya mau pengalaman makan telur penyu kemarin jadi pengalaman pertama dan terakhir saja
Sambil nongkrong, kita sempat untuk menyusuri tepi laut. Melihat-lihat kalau ada yang menarik hati. Pada dasarnya semua menarik, tergantung pandainya kita menset fikiran untuk mengakui kalau semuanya menarik dan luar biasa. Ada cahaya di tepi laut yang sangat menarik perhatianku. Cahaya itu seperti komet dan berwarna putih, ia dipancarkan dari tepi daratan sebagai petunjuk kepada semua pelaut bahwa daratan ada di dekat cahaya tersebut. Sorotan cahaya itu berpindah-pindah dan menembus langit. Tidak seperti lampu biasa yang berkas cahayanya menyebar, kalau yang ini berkas cahayanya merapat membentuk seberkas garis yang sangat indah. Ternyata cahaya itu selalu ada setiap malam. Selama ini saya beberapa kali keluar malam dan hang out di tepi laut bersama teman-teman namun tidak pernah melihat sorot cahaya itu.
Hang out kali ini benar-benar membuat aku masuk angin,mungkin karena di luarnya sampai jam 10 malam dan pakai motor pulak. Setelah dianalisa, saya tidak mau sering-sering begini. Karena sensasi menyenangkannya bisa dikatakan sangat kecil. Padahal untuk wisata kuliner kali ini saya sepenuhnya ditraktir.
Cerita tentang hang out di malam hari, sebenarnya orang tua sangat tidak suka kalau saya sering keluar malam. Alasannya, karena saya anak gadis dan tidak baik dilihat orang lain. Ditambah lagi alasan keamanan. Orangtua juga memaksa saya berjanji agar jam 5 sore sudah tiba di rumah dan tidak boleh pergi kemana mana lagi. Saya merasa sangat tidak nyaman, jika diminta berjanji seperti ini. Karena itu saya katakan kepada orangtua tidak bisa memenuhinya, dan mencoba kompromi agar jam malam saya dimunduri lagi menjadi jam 8 malam. Sampai sekarang belum ada kesepakatan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: